Friday

Pengertian Akil Baligh Untuk Lelaki Dan Perempuan

Setiap manusia dewasa tidak ada yang tidak mengalami masa akil baligh. Seluruhnya pasti mengalaminya. Dan bagi mereka yang sudah akil baligh berarti akan dikenai kewajiban atas dirinya untuk melaksanakan seluruh kewajiban serta wajib bagi mereka meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah. Kemudian yang menjadi pertanyaan kita adalah: Apa Pengertian Akil Baligh Menurut Bahasa Dan Istiliah?; Apa saja tanda-tanda akil baligh untuk laki-laki dan tanda akil baligh untuk perempuan?.

Pengertian Akil Baligh - Bahasa Dan Istilah

Pengertian Akil Baligh Menurut Bahasa: Berasal dari dua kata, yakni Akil yang merupakan serapan dari kata bahasa arab "'Aqala" yang artinya mengetahui, berakal, mengerti dan lain-lain. sementara kata yang kedua adalah baligh, baligh pun sama halnya dengan kata pertama, berasal dari bahasa arab yaitu kata "Balagha". Pengertian Balagha sendiri adalah Sampai.
Artikel WOW:
Jadi yang dimaksud Akil Baligh menurut istilah adalah, orang yang sudah mencapai batasan dalam usia tertentu. Dan serta dalam usia tersebut kiranya seseorang itu mampu untuk membedakan mana kebaikan dan mana yang batil. Dalam kata lainnya, orang yang berada dalam deskripsi tersebut, dapat juga dikatakan sebagai orang yang mukallaf. Yaitu orang yang sudah dewasa dan sempurna akalnya.

Menurut hukum Syara' / ilmu fiqih, orang yang demikian itu dalam kehidupan sehari-harinya saat melaksanakan segala rutinitas baik yang sifatnya hablun minallah maupun hablun minannas maka baginya wajib mengikuti ketentuan Allah dan rasulnya. Baik yang terdapat di dalam al-Qur'an (Firman Allah) maupun al-Hadits (Sunnah Nabi). Dan sebaliknya bagi orang majnun (orang gila), ma'tuh (bodoh) dan sabiy (anak-anak) tidak dikenakan kewajiban sebagaimana orang-orang Mukallaf.

Adapun Nabi Muhammad pernah Bersabda:
Hadits Nabi - Anak-anak, orang tidur, orang gila tidak wajib melakukan hukum syari'at

Berdsarkan hadits di atas, maka bagi tiga golongan yaitu anak-anak, orang tidur serta orang gila tidak dikenai sanksi melaksanakan hukum syara'.

Terdapat banyak sekali hukum syara' yang telah dirangkum dalam suatu cabang ilmu. Adapun cabang ilmu yang membahas hal ini adalah ilmu Fiqih. Tahukah anda pengertian Ilmu Fiqih itu apa? Simak artikel berikut: Pengertian Ilmu Fiqih dan Tujuan Mempelajari Ilmu Fiqih.

Tanda-tanda Akil Baligh Bagi Laki-laki, Perempuan dan Wandu

Berdasarkan sumber yang pernah kami pelajari dahulu, dalam kitab Safinatun Najah dikatakan demikian terkait tanda-tanda balighnya seorang anak baik laki-laki ataupun perempuan.
Ciri-ciri Baligh Dalam Kitab Safinatun Najah
Berdasarkan kutipan dalam gambar di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa, tanda-tanda seseorang telah baligh terbagi menjadi tiga ketentuan. Adapun di antara tiga ketentuan di atas adalah:

Tanda-tanda baligh Untuk Anak Laki-laki
  1. Sembilan tahun untuk anak laki-laki yang sudah mimpi basah, maka sudah datang bagi diri mereka masa baligh. Jika pada masa umur di bawah sembilan tahun ternyata anak tersebut sudah mengalami mimpi basah, keadaan itu belum dapat dikatakan baligh.
  2. Berumur lima belas tahun tanpa adanya satu syarat apapun.

Tanda-tanda Baligh untuk Anak Perempuan
  1. Jika anak perempuan telah berumur sembilan tahun dan telah mengalami masa haid. Adapun jika seorang anak tersebut mengalami masa haid sebelum umur sembilan tahun, maka mereka belum dikatakan baligh. Dan apabila anak perempuan sudah berumur sembilan tahun atau lebih dan anak tersebut mengalami masa haid, maka baginya telah baligh.
  2. Anak perempuan berumur sembilan tahun kemudian mengalami mimpi basah maka dianggap sudah baligh. Adapun bagi anak perempuan yang telah mengalami mimpi basah sebelum genap umurnya sembilan tahun maka baginya masa balighnya belum tiba.
  3. Jika anak perempuan sudah mencapai sudah berumur lima belas tahun, maka sesungguhnya mereka sudah mengalami masa baligh. Ketentuan ini sama dengan ciri-ciri baligh bagi laki-laki. Tidak ada syarat ketentuan di dalamnya seperti pada poin satu dan dua.
Wajib Dibaca Biar Pintar :-D
Catatan untuk masa haid bagi anak perempuan
* Yang dimaksud dengan darah haid itu tidak termasuk pada saat keluar darah dari kemaluan perempuan yang dikarenakan faktor penyakit.

Ketentuan Baligh Untuk Wandu (Kelamin Ganda)
Saat masih belajar ngaji, dalam kitab Ta'lim dijelaskan ada istilah wandu (bahasa jawa) adalah orang yang memiliki kelamin ganda. Meskipun hal ini sangat jarang sekali terjadi, namun tetaplah memiliki ketentuan-ketentuan agar tidak membingungkan dikemudian hari. Adapun kriteria Baligh untuk Orang Wandu adalah: Jika dari buah zakarnya (sudah mengeluarkan sperma) dan farjinya (sudah mengeluarkan darah haidh) maka orang wandu tersebut sudah dapat dikatakan baligh. Akan tetapi jika yang keluar hanya dari salah satunya saja, maka dalam kasus ini belum dikatakan baligh.

Semoga Tulisan ini bermanfaat. Mohon koreksi dari teman-teman jika ada kajian yang belum kami masukkan. Atau justry dalam penjabaran terdapat kesalahan. Terimakasih atas kunjungannya.

Syarat Ketentuan Shalat I'adah

Satu diantara ibadah yang menghubungkan langsung antara manusia dengan Allah adalah ibadah shalat. Di dalam ibadah shalat baik yang bersifat fardhu 'ain ataupun sunnah, terdapat banyak sekali keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya. Satu dari beberapa ketentuan shalat I'adah ini yaitu adalah shalat yang dilaksanakan secara berjamaah, baik itu shalat sunnah maupun shalat fardhu. Pada artikel sebelumnya sudah kami jelaskan apa pengertian I'adah dan pembagian Hukum I'adah, oleh sebab itu tidak lengkap kiranya bila dalam artikel selanjutnya kami tidak membahas terkait Syarat Dan Ketentuan Shalat I'adah itu sendiri.

Berdasarkan artikel sebelumnya, menurut bahasa Shalat I'adah berarti mengulang. Sementara untuk pengertian menurut Istilah Shalat I'adah adalah pengulangan dalam satu shalat yang dilaksanakan baik dalam waktu yang sama maupun tidak. Untuk lebih jelasnya silahkan baca Pengertian Hukum Shalat I'adah Menurut Ahli Fiqih.
Syarat-syarat dan ketentuan melakukan shalat I'adah
Apakah shalat I'adah ini boleh dilakukan asal-asalan? Tentu saja jika kita mengacu pada artikel sebelumnya, boleh atau tidaknya seseorang melakukan shalat I'adah bergantung pada posisi orang tersebut. Nah, berikut ini kami akan memberikan kejelasan terkait ketentuan syarat-syarat orang yang boleh dan tidak boleh melaksanakan shalat I'adah. Adapun ketentuan syarat tersebut diantaranya adalah:

Syarat Ketentuan Shalat I'adah


  1. Diperbolehkan, dengan catatan shalat yang diulang bukanlah shalat witir. Dikarenakan dalam satu malam tiada dua kali pelaksanaan shalat witir.
  2. Pelaksanaan Shalat I'adah itu bukan disebabkan oleh shalat yang memiliki sebab-sebab (yang muncul dari perasaan atakut), contohnya seperti pelaksanaan shalat Syiddatul Khauf), baik karena adanya suatu bencana maupun peperangan.
  3. Shalat I'adah dilaksanakan secara berjamaah, hal ini disebabkan karena (orang yang melakukan shalat) tahu bahwa shalatnya itu memiliki cacat. Contohnya: setelah seseorang melakukan shalat, kemudian usai melaksanakan shalat dia mendapati bahwa dalam tubuhnya ada darah yang mengalir (tidak lebih dari satu tetes). Jika darah tersebut mengalir lebih dari beberapa tetesan, shalatnya batal. Dan dia harus men-qada'nya, bukan lagi I'adah.
  4. Diharuskan pelaksanaan shalat I'adahnya dengan cara berdiri, meski shalat tersebut adalah shalat sunnah yang dalam ketetapannya merupakan shalat yang diperkenankan shalat dengan duduk.
  5. Boleh melakukan shalat I'adah berdasarkan suatu konsep keyakinan yang diikuti. Maksudnya adalah, seperti pada point sebelumnya bahwa shalat I'adah itu dilaksanakan berjamaah. Kemudian shalat I'adah ini boleh dilakukan jika kita mengikuti pendapat Imam Syafi'i dalam bermadzhab. Dimana ketentuan Imam Syafi'i memperbolehkan Shalat berjamaah sementara Imamnya adalah orang-orang yang tidak satu pendapat / satu madzhab. Dan tidak diperkenankan bagi para pengikut Madzhab Maliki dan Hambali. Karena pada dua pendapat Imam besar tersebut, tidak syah shalatnya jika Imamnya bukan dari golongan mereka.
  6. Diharuskan bagi seorang Imam I'adah dalam membaca niat berdasarkan posisi Imamnya.
  7. Dilakukan pada waktu yang bersangkuta, Masih dalam waktu shalat tersebut.
  8. Tidak boleh tertinggal satupun gerakan shalatnya. Mulai dari niat hingga salam, gerakannya harus beriringan antara imam dan makmum. Tentunya bagi seorang makmum gerakannya tidak boleh lebih dahulu dari gerakan Imam. Keterangan Lengkap silahkan baca: Syarat Sah Menjadi Makmum Shalat Berjamaah.
  9. Harus tahu, bahwa shalat I'adah itu hukumnya bukan fardhu. Adapun yang memiliki hukum fardhu atau wajib adalah shalat yang dilakukan pertama kali.

Alhamdulillah akhirnya artikel Syarat Ketentun Shalat I'adah ini selesai. Semoga Ilmu ini bermanfaat dan menjadi ladang berkah bagi penulis. Kami ucapkan Terimakasih atas kunjungan anda. Silahkan koreksi jika dalam penyampaian artikel ini terdapat kesalahan.

Thursday

Pengertian Hukum Shalat I'adah Menurut Ahli Fiqih

Selain puasa, shalat juga merupakan ibadah wajib yang dilakukan oleh orang-orang Muslim yang waktunya telah ditentukan. Secara garis besar shalat ditinjau dari hukumnya terbagi menjadi dua. Ada shalat fardhu dan ada shalat sunnah. Kemudian dari pernyataan tersebut maka kemudian dalam tema tulisan ini yaitu yang bersinggung dengan shalat I'adah munculah sebuah pertanyaan, Shalat I'adah itu dilakukan untuk shalat fardhu atau shalat sunnah? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita sama-sama membaca Pengertian Hukum Shalat I'adah Menurut Ahli Fiqih dalam uraian di bawah ini.

Pengertian Shalat I'adah Menurut Ahli Fiqih

Pengertian I'adah menurut bahasa adalah berasal dari kata (IiQaa'u) yaitu merupakan bentuk jins yang mencakup di dalamnya pengertian i'adah, ada' dan yang terakhir adalah qada'. Menurut bahasa i'adah artinya adalah mengulang.
Tahukah Anda, Shalat Kita Tidak Syah sampai kita memenuhi
Syarat Wajib Shalat Fardhu / Shalat Lima Waktu
Sementara menurut para fuqaha atau ahli fiqih Shalat I'adah Adalah: Satu shalat yang dikerjakan untuk yang kedua kalinya. Baik dilakukan pada waktu yang sama, ataupun pada waktu yang berbeda. Shalat I'adah ini dikerjakan (mengulangi shalat yang sebelumnya) dengan alasan karena, diketahuinya pada saat melakukan shalat yang pertama ada di dalam shalat tersebut yang mengalami kecacatan. Atau dengan alasan lainnya yaitu, pelaksanaan shalat di waktu yang kedua ini memiliki tingkat keutamaan yang lebih tinggi daripada shalat yang dilakukan sebelumnya.
Shalat I'adah - Pengertian dan Hukum Ketentuannya

Hukum Ketentuan Shalat I'adah

Terdapat bermacam-macam Hukum melakukan Shalat I'adah. Hukum shalat tersebut menurut beberapa pendapat telah dibagi menjadi tiga bentuk hukum, diantaranya yaitu: Pertama hukumnya adalah wajib, kedua tidak wajib, dan hukum I'adah yang ketiga adalah Sunnah. Adapun keterangan dari pembagian hukum berdasarkan ketentuannya adalah sebagai berikut:

Wajib I'adah (mengulang Shalat): hukum I'adah menjadi wajib ketika seseorang hendak melakukan shalat, akan tetapi dalam keadaan tersebut (sudah masuk waktu shalat) orang itu tidak mendapatkan sesuatupun untuk bersuci (baik air ataupun debu), maka orang yang terdesak itu wajib baginya untuk melakukan I'adah atau mengulang shalatnya. Mengapa demikian? I'adah wajib dikerjakan, karena shalat yang dikerjakan di awal tadi sifatnya hanya mengugurkan shalat fardhu dan ibadahnya belum syah karena pada keadaan itu orang tidak dalam keadaan suci [dikutip dari Fawatikhu Rakhamut: I, 36, Al-Majmu’: 3, 132, dalam website nu]. Adapun syarat Syahnya shalat bisa anda baca pada: Syarat-Syarat Sah Mendirikan Shalat.

Tidak Wajib I'adah: Shalat I'adah menjadi tidak wajib jika seseorang sedang menjalankan shalat dan ketika itu pada saat ia shalat ada beberapa aurat yang masih terbuka. Tidak wajibnya I'adah di sini dikarenakan orang yang shalat kemudian auratnya terbuka tersebut memang sama sekali dia tidak memiliki pakaian yang bisa digunakan untuk menutup auratnya.

Sunnahnya I'adah: Hukum shalat I'adah bisa menjadi sunnah apabila seseorang sudah melakukan shalat. Lalu kemudian pada satu waktu yang sama setelah dia pergi ke masjid ternyata ada yang melakukan shalat yang sama dan dikerjakan secara berjamaah. Tentunya shalat berjamaah memiliki tingkat keutamaan yang lebih tinggi dari shalat munfarid. Dan dalam keadaan tersebut seseorang tadi yang sudah melakukan shalat sendiri disunnahkan untuk melakukan shalat I'adah.
Jangan lewatkan juga Syarat dan Ketentuan Shalat I'adah

Terimakasih atas kunjungan anda. Untuk menutup artikel Pengertian Hukum Shalat I'adah Menurut Ahli Fiqih ini, saya meminta maaf jika dalam penyampaian kata ada yang masih keliru. Dan mohon kepada yang lebih 'Alim untuk sudi meluruskannya.

Wednesday

Dampak Kebijakan Full Day School

Belum lama Mendikbud yang baru yaitu bapak Muhadjir menggantikan Bapak Anies, eh baru beberapa hari menjabat sudah membuat geger dunia pendidikan terkait ide gilanya tentang Full Day School. Meskipun semua itu baru menjadi wacana, akan tetapi nampaknya hal tersebut mendapat banyak kecaman sehingga kebijakan program pemerintah dalam pendidikan menuai banyak kontroversi. Ini lah Dampak Kebijakan Full Day School.

1. Katanya sih, Program ini bisa berjalan, Sudah terbukti. Mana?
Barangkali dia sedang berkhayal di atas jaring laba-laba. Hehehe, makanya dia yakin betul program Full Day School ini bisa berjalan dengan baik dan dapat mengurangi seluruh sisi negatif dari dunia pendidikan. Baik dari segi output maupun pendidik. Dalam kesaksiannya ketika melihat beberapa "Sekolah Swasta DI KOTA-KOTA BESAR", seperti contohnya adalah kota Jakarta, Program Full Day School dapat berjalan dengan sangat baik. Dan dari situlah dia yakin program tersebut dapat dilaksanakan nantinya. [sumber: pojoksatu].

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa tengah agaknya dalam hal ini masif tampak pesimis. Hal ini terbukti dengan pernyataannya yang mengatakan seharusnya ada Proyek Percontohannya, dari situ nanti kita akan tahu dampak baik ataupun dampak buruknya. Berdasarkan apa yang dinyatakan oleh Ganjar, maka pemerintah dalam hal ini hendak mengujicobakan beberapa sekolah saja terlebih dahulu. Uji coba inipun sampai saat ini belum dilakasanakan, kemungkinan pada tahun 2017 akan segera dilaksanakan.

2. Mengurangi Kemacetan yang Ada di Kota.
Nah, point ke dua ini lebih konyol lagi. Yang macet itu kan kota, kenapa dalam wacana akan diberlakukan untuk seluruh daerah? Katanya, jika Program Full Day School ini berhasil, maka akan mengurangi angka kemacetan kira-kira dari pukul sebelas siang hingga pukul 2 siang. Apa mungkin dia itu gak pernah lihat kedesa? di desa itu ya pak, kendaraan sepi, mana ada macet? Masihkah Program Full Day School juga berlaku? Pikir lagi deh untuk program satu in.
Dampak Full Day School - Guru Stres Muridnya Tambah Stres
3. Murid Punya banyak waktu saat libur dengan Orang tua.
Halllllloooooooow, Bapak, kami itu orang tua yang serba kecukupan Kalau sehari kerja. Mau berlibur dua hari dan berkumpul dengan anak agar keluarga bisa seperti apa kata anda! Lalu mau makan apa kita nantiiiiiiii? Satu hari tanpa kerja, maka besok kita mati kelaparan.

4. Setelah Selesai Belajar, Guru Bisa Memberikan Kegiatan Bermutu Seperti Ini
Subhanallah banget deh Bapak satu ini, emang Bapak berani bayar berapa kepada para guru sampai muncul program Full Day School ini? Guru Honor Itu Ya Pak, kalau pulang dari ngajar, mereka itu kebanyakan tidak langsung pulang kerumah. Banyak yang pergi ke tempat-tempat lain untuk mencari rejeki tambahan buat nutupin kebutuhan hidup. Guru honor digaji 300 ribu tiap bulan. La emang jika saya tanya kepada bapak, berapa puluh ribu sih pengeluaran anda tiap bulannya itu, kok bisa cukup gaji 300 ribu? Atau jangan-jangan dengan uang segitu anda masih bisa menabung? Wawww, Anda memang luar biasa PAK...!!!
Baca juga yang ini:

5. Full Day School Banyak Bantu Orang Tua?
Ngakak Abisssss. Yang anda lihat itu penerapan di kota kan, Pak. La kalau orang tua di desa udah anda survei belum? Mereka itu banyak pekerjaannya menjadi Petani, Nelayan, Pedagang dll. Ya kalau anak-anak pulang sekolah dan mereka tidak capek, sedikit-sedikit kan bisa bantu orang tua. La ini kan apa bukan malah asumsi yang terbalik toh pak....!!!!

6. Gak Semua Sekolah itu Fasilitasnya Sama Loh Pak
Berani mendanai berapa juta triliyun, pak untuk memenuhi fasilitas sekolah yang belum memiliki fasilitas lengkap di seluruh Indonesia? Satu dari beberapa tujuan Full Day School adalah agar anak dalam kesehariannya terawasi. Karena kata bapak Muhadjir ini, Saat orang tuanya Kerja di Kantor (HAHAHAHAHA, ngakak sumpah) anak-anak sering melakukan percobaan baru dan tanpa ada pengawasan, Ini sangat berbahaya. Kita Itu Petani Pak, Bukan orang Kantoran.

Kembali kepada masalah pendanaan, Anda yakin pak mau dijalankan program ini??? Jangan salah ambil kebijakan ya pak...!!!

7. Jelas Banget Akan Ngurangi Waktu Bersama Keluarga
Pendidikan pertama itu datangnya dari keluarga. Sentuhan-sentuhan nilai kemanusiaan dari orang tua yang berupa nasihat itu akan lebih mengena daripada siapapun. Jika interaksi dengan keluarga berkurang, maka kenyamanan dalam rumah saya rasa akan mengalami kegoncangan. Dan hal seperti ini justru akan berdampak buruk baik bagi si anak ataupun orang tua.
Lebih Konyol Mana dengan yang Satu Ini:
8. Kira-kira Murid bisa Stres Gak ya Pak?
Waktunya Full Day School itu panjang banget loh pak! Hampir 8 Jam. Kemudian Anak-anak sekolah di tingkat SD sampai jenjang SMP apa ya mau juga diberlakukan kegiatan ini? Waduuuh, Anda sepertinya tidak pernah mengalami masa kanak-kanak ya pak. Malah Jadi inget Filem Kera Sakti jaman waktu kecil dulu. Ada satu dewa yang lahir dan pertumbuhannya sangat cepat. Gak lama dari itu dia diangkat oleh dewa yang paling GEDE jadi dewa yang ada di bawahnya. Apa mungkin Bapak juga dalam hidup mengalami keadaan yang sama???

9 Bisa Jadi Orang Tua secara penuh Lepas Tanggung Jawab
Nah, lo pak. Kalau udah kayak gini, Bapak mau apa coba? Oh, Bapak mau jadi orang tua yang baik bagi anak-anak itu ketika para orang tua anak-anak tadi lepas tangan? kalau emang beneran mau, belah aja badan bapak menjadi milyaran jumlahnya, biar bisa gantiin peran orang tua yang tak mau tahu dengan keberadaan anak karena program Full Day School ini Bapak jalankan nanti.

Hukum Dan Pengertian Tuma'ninah

Pada kesempatan  kali ini masih seperti pada artikel-artikel sebelumnya. Kita akan mengulas gerakan-gerakan dalam shalat. Ternyata tidak sedikit dari kita yang masih kurang akan pengetahuan agamanya, termasuk saya. Akan tetapi di sini saya akan sedikit berbagi dari apa yang telah saya pelajari, baik saat masih di lembaga pendidikan formal ataupun lembaga non-formal tempat saya belajar dulu. Apa Pengertian Tuma'ninah? Adakah dalil naqli tentang tuma'ninah? Apa hukumnya jika tidak melakukan Tuma'ninah? Apakah seluruh gerakan dalam shalat di dalamnya ada gerakan Tuma'ninah? Baiklah, untuk menjawab empat pertanyaan tersebut, di sini kami akan mencoba menguraikannya satu persatu dalam artikel yang berjudul "Hukum Dan Pengertian Tuma'ninah".

Pengertian Tuma'ninah

Yang dimaksud dengan Gerakan Tuma'ninah adalah "Diamnya seseoang (berhenti sejenak) setalah melakukan satu gerakan shalat yang disesuaikan dengan gerakan yang sedang dilakukan". Diamnya tersebut memiliki ukuran kira-kira sama dengan saat kita mengucap subhanallah. Terkait materi ini, silahkan buka kembali kitab Safinatun An-Najah.
Pengertian Tuma'ninah Dalam Kitab Safinatun Najah
Tuma'ninah merupakan salah satu gerakan yang melekat pada beberapa rukun shalat. Ada berapakah gerakan rukun dalam ibadah shalat? Silahkan baca kembali artikel kami tentang "13 Rukun Shalat Wajib Dan Sunnah". Insyaallah dengan membaca artikel tersebut kita akan menjadi faham, dan besar harapan kita semoga kita bukan termasuk orang-orang yang lalai nan merugi ketika melaksanakan shalat.

Dalil Naqli Tentang Tuma'ninah

Sudah menjadi ketatapan dalam hadits Nabi Muhammad saw. bahwa tuma'ninah merupakan salah satu rukun shalat. Akan tetapi Tuma'ninah berbeda dengan rukun-rukun shalat lainnya. Hal ini dikarenakan Tujuan adanya Gerakan tuma'ninah ini sebagai salah satu cara ummat Islam untuk mencapai shalat yang memiliki kualitas sempurna.

Tuma'ninah juga merupakan suatu konsep untuk menyadarkan manusia bahwa mereka sedang berhadapan dengan Allah Sang Khaliq. Nabi Muhammad dalam sabdanya pernah memberikan suatu teguran keras bagi orang yang dalam shalatnya dikerjakan secara tergesa-gesa. Teguran tersebut terdapat dalam hadits Nabi Muhammad yang berbunyi:
Dalil Naqli Tentang Tuma'ninah
Tenang yang dimaksud pada hadits kedua adalah satu dari perintah Nabi Muhammad agar dalam menjalankan shalat tidak perlu tergesa-gesa. Selain itu faedah atau keutamaan Tuma'ninah merupakan suatu upaya agar manusia mampu mengontrol diri serta memusatkan pikiran kepada apa yang sedang ia lakukan, yaitu ibadah shalat sebagai penyambung hubungan antara manusia kepada Allah.

Hukum Melakukan Tuma'ninah

Berdasarkan beberapa hadits di atas, maka tuma'ninah hukumknya adalah wajib dikerjakan. Hal ini dikarenakan Tuma'ninah adalah satu dari rukun shalat. Rukun shalat sendiri memiliki pengertian, Sesuatu yang wajib dikerjakan di dalam shalat, dan bila sesuatu tersebut ditinggalkan, maka akan berakibat tidak syahnya shalat seseorang. Akan tetapi penting menjadi catatan kita bahwa, tidak semua gerakan dalam shalat terdapat tuma'ninah. Lalu pada gerakan mana Tuma'ninah itu harus dikerjakan? Simak uraian di bawah ini:
Tahukah Anda, Sesungguhnya di dalam ibadah shalat itu ada,

Gerakan Shalat Yang Wajib Tuma'ninah

Menurut beberapa dalil naqli, yaitu dalil yang berasal dari al-qur'an maupun al-hadits, ada beberapa kategori gerakan shalat yang di dalamnya diharuskan tuma'ninah. Bagaimana saja ketentuan dalil tersebut, mari kita simak pada beberapa gerakan yang mengharuskan Tuma'ninah berdasarkan gerakan shalatnya itu:

Tuma'ninah ketika berdiri
Pada saat shalat, kita diperintahkan untuk berdiri tenang dan tidak menolehkan kepala ke arah manapun. Sampai-sampai apabila ada seseorang yang datang di samping kita, tak sekalipun kita mengenal itu siapa hingga shalat usai dan berjabat tangan. Adapun ketetapan itu terdapat di dalam al-Qur'an dalam al-Baqarah 238.
Ayat al-Qur'an Tentang Tuma'ninah

Tuma'ninah Ketika Ruku'
Pada saat kita sedang melakukan ruku', hendaklah kita melakukannya dengan keadaan tenang serta jangan bergesa-gesa. Pada posisi ruku', kedua tangan ditempelkan pada dua lutut kita, sementara tulang punggu lurus sementara mata melihat ke arah ujung jari kaki. Seolah-olah kita membentuk siku dengan lebar 90 derajat. Adapun dalil naqlinya adalah:
Sudah Benarkah Takbiratul Ihram yang Anda Lakukan!!!
Hadits Tuma'ninah di dalam gerakan Rukuk
Tuma'ninah Saat melakukan I'tidal
I'tidal adalah gerakan dimana posisi badan tegak lurus. Gerakan ini dilakukan setelah usai melakukan kegiatan ruku'. Berdiri tegak serta tenang dalam beberapa waktu, untuk berapa lamanya sudah dijelaskan di muka tadi. Nabi Muhammad dulu pada saat mencontohkan gerakan i'tidal ini lama waktu yang beliau gunakan sama dengan lama waktu tatkala beliau melakukan rukuk. Berikut ini adalah sebuah hadits dari nabi Muhammad:
Hadits Tuma'ninah ketika I'tidal
Pernahkah anda lupa dalam shalat? Bacalah
Tuma'ninah Pada Saat Sujud
Setelah rukuk, kemudian dilanjutkan dengan i'tidal, setelah i'tidal dan melakukan tuma'ninah maka seseorang yang sedang shalat melakukan ruku'. Kemudian setelah itu dalam rukuknya tersebut juga terdapat gerakan tuma'ninah. Seperti kata Nabi Muhammad dalam sabdanya aku diperintahkan oleh Allah ketika sujud menempelkan beberapa tulang. diantaranya hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan yang terakhir adalah dua ujung dari jari-jari pada kaki. Bunyi hadits tersebut ialah:
Hadits Tuma'ninah Dalam Sujud
Tuma'ninah ketika Duduk diantara Dua Sujud
Setelah melakukan sujud pertama, maka duduklah dan luruskan seluruh tulang-tulang ragamu. Duduklah dengan keadaan setenang mungkin. Dan sesuai dengan pernyataan ini, maka dijelaskan juga
Gerakan Tuma'ninah dalam duduk diantara dua sujud

Tuma'ninah Setelah bangkit dari sujud ke dua
Pada saat berdiri dari sujud, maka tegakkan kembali badan kita. Kemudia bersikaplah tenang selayaknya berdiri pada posisi i'tidal di atas. Sesungguhnya ketenangan itu akan menjadikan shalat kita lebih khusyu' dan besar harapan diterima Allah SWT.

Sekian artikel tentang Hukum Dan Pengertian Tuma'ninah. Semoga bermanfaat bagi kita semua.